Turunkan Kematian Ibu dan Bayi, Pemdes Kalaena Kiri Gelar MMD dan P4K

Lutim, Jurnalisonline, -Sebagai upaya pencegahan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir Pemerintah Desa Kalaena Kiri menggelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dan Sosialisasi P4K berlangsung di ruang pertemuan Kantor Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Senin (16/02/2024).

Rapat Musyawarah Masyarakat Desa dirangkaikan dengan sosialisasi Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dan Pemantauan ibu hamil Berisiko Tinggi.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala PKM Kecamatan Kalaena, Kepala Desa, Sekdes, Ketua BPD Desa Kalaena, para Kader, Bidan Desa dan ibu-ibu hamil.

P4K adalah Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh bidan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, suami dan keluarga tentang Kehamilan berisiko, Bahaya kehamilan, Ajakan pada ibu, suami dan keluarga untuk merencanakan persalinan.

Tujuan P4K ini digelar antara lain adalah, suami, keluarga dan masyarakat paham tentang bahaya persalinan, Adanya rencana persalinan yang aman, Adanya rencana kontrasepsi yang akan di pakai, Adanya dukungan masyarakat, Tomas, Kader, dukungan untuk ikut KB pasca persalinan, Adanya dukungan sukarela dalam persiapan biaya, transportasi, donor darah, Memantapkan kerjasama antara bidan, dukun bayi dan kader.

Kepala UPTD PKM Kalaena, dr.Muh.Hidayat, S.Ked mengatakan, pentingnya dilakukan sosialisasi sekaligus rapat koordinasi dengan seluruh kepala desa dan pihak terkait di desa dalam rangka mensosialisasikan pentingnya pemeriksaan kehamilan ibu hamil oleh bidan terutama yang berisiko tinggi terjadinya kematian ibu dan bayi.

“Sosialisasi ini menjadi penting mengingat angka kemaatian ibu dan bayi di Indonesia masih tergolong tinggi, sehingga dengan adanya ini, semoga AKI dan AKB bisa diturunkan,” terangnya.

“Tujuan P4K untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang memperdayakan suami, keluarga dan masyarakat, imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Kalaena Kiri, Hengky Wicakwono mengatakan, terkait dengan kesehatan masyarakat, balita stunting dan ibu hamil dibutuhkan kerjasama semua pihak.

“Diharapkan bidan dan kader berperan sebagai fasilitator dan dapat membangun komunikasi persuasif agar dapat terwujud kerjasama dengan ibu, keluarga dan masyarakat sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. (*)

Liputan : Tim

Related posts