Inilah Sosok Guru Guardiola dan Ancelotti

Ancelotti dan Guardiola @2016 - Jurnalisonline.com
Ancelotti dan Guardiola @2016 - Jurnalisonline.com
Situs Judi Online

Jurnalisonline.com Josep Guardiola, Carlo Ancelotti, dan Arrigo Sacchi duduk bersama membicarakan berbagai topik dalam sepakbola. Mereka juga sedang berada dalam Festival dello Sport yang digelar di Trento, Italia.

Salah satu aspek yang dibahas dalam diskusi tersebut adalah mentor mereka sehingga bisa menjadi pelatih-pelatih hebat. Guardiola dan Ancelotti mengaku memiliki beberapa mentor hebat yang mereka jadikan sebagai panutan.

Baca Juga :

Guardiola dan Ancelotti memiliki karier yang sangat bagus sebagai pemain serta sempat diasuh beberapa pelatih kelas dunia. Mereka pun mengungkapkan pengaruh para mentor itu terhadap cara melatih mereka.

  • Mentor Guardiola

Mudah ditebak, mentor Guardiola adalah Johan Cruyff. Guardiola sendiri kerap disebut penerus filosofi sepakbola Total Football ala Cruyff.

“Johan Cruyff adalah sosok paling penting yang pernah bekerja bersama saya. Dia membuka mata saya dengan gaya sepakbolanya. Dia membantu kami memahami cara yang berbeda dalam melihat sepakbola. Rasanya seperti ke sekolah setiap hari. Saat kami menang, Situs Judi Online dia akan mengatakan kepada kami alasan kemenangan akmi. Dia membuat kami jatuh cinta,” cetus Guardiola.

“Bukan kebetulan bahwa ada banyak pemain yang menjadi anak buah Cruyff dan Sacchi kemudian menjadi pelatih. Pikiran mereka meamng sudah dibuka. Mereka memberikan cinta baru kepada kami.”

  • Mentor Ancelotti

Bagi Ancelotti, sosok yang paling dia kagumi adalah Nils Liedholm. Ancelotti belajar tentang tata kelola pemain dari Liedholm, terutama pada dekade 80-an.

“Saya memiliki banyak guru penting. Soal tata kelola manusia, tak ada yang lebih baik dari Nils Liedholm. Pada dekade 80-an, dia sangat penting karena ida tidak memberikan tekanan kepada pemain,” urai Ancelotti.

“Peran seorang pelatih sangat rumit tapi menyenangkan. Anda harus memikirkan ada 25 pemain di tim dan semua orang sama pentingnya, dari kitman sampai bintang terbesar di tim. Cara saya menangani tim adalah membuat semua orang merasa senyaman mungkin. Saya berikan tanggung jawab dan mendelegasikan semua tanggung jawab itu.”